New York, New York!

Wall Street & USIPP: full team

Start spreading the news

I am leaving today

I want to be part of it

New York, New York

(New York, New York – Frank Sinatra)

Kalau anda mahasiswa ingusan yang hobby nonton serial macam Gossip Girl atau Glee, tentu New York City menjadi kota yang terdengar sangat fabulous, glamorous… dan sedikit out of reach. Waktu melihat schedule kegiatan selama di US tercantum two-day-agenda di New York, I was estatic! I know I’m being a little bit too honest and off context here, since we’re supposed to be studying multiculturalism, democracy and religious pluralism, but heeey, the New York life-style is part of culture right? 🙂

Anyway, jadwal kegiatan USIPP di New-Yorkbisa dibilang paling padat. Terutama karena kami disana tidak menginap. Sehingga pada 2 hari tersebut kami berangkat dari Bethlehempagi buta (jam 4) menggunakan bis antar-kota, dan kembali lagi dari New Yorkpukul 10 sore. Padahal di New York, transportation utama kita adalah subway dan foot. Untungnya kami mostly stay di Manhattan, kecuali saat ke Statue of Liberty.

Agenda hari pertama, yakni tanggal 29 Juni 2011, adalah mengunjungi Wall-Street, Trinity Church, Statue of Liberty, Central Park, dan meeting bersama Daisy Khan- Director of the American Society for Muslim Advancement (more about her later). Pada hari pertama ini, peserta USIPP dari Indonesia + supervisornya masih agak hah-heh dengan sophistication-nya NYC, hence group-leader rombongan kami jadi sebal karena kami kalau jalan jadi lamaaa banget. Harap maklum sih ya, dimana-mana pengen foto, pengen tau. Hehehe. Jadilah kami berlima diseret-seret kemana-mana. Memang NYC dibandingkan kota lain yang kami kunjungi paling ngga santai, atau dengan kata lain pace-of-life-nya tinggi. Berenti dikit di trotoar dimarain orang karena pada buru-buru ke kantor. Subway-nya juga always tas-tes on-time bin so very crowded. Kata Fulvia yang memang dari New York, orang sana bahkan tidak akan menyempatkan minum kopi dirumah. They tend to buy at a coffee shop then drink it while walking. Wew. Of course, ini dikarenakan NYC merupakan pusat perekonomian dan perkantoran, sehingga everything has to be perfect and precise.

Hari kedua kami agendanya adalah mampir lewat Times Square, Empire State Building dan Grand Central Station, lalu ke International Institute of Education, United Nation, Museum of Tolerance dan terakhir meeting dengan Deputy Ambassador of Indonesia to the United Nations. Super duper full of excitement kanya? It really overwhelmed me. Saking banyaknya agenda nih, ngga akan saya bahas satu-satu di post ini ya. Akan dibahas deeper di individual posts setelah ini.

So back to the NYC life. Kalau mau diruntut banyak banget new and interesting things I found there:

  1. Waktu ke Wall Street, we ate turkey-ham sandwhich (bener ngga ya namanya? Lupa). Lucunya rata-rata yang berjualan sandwhich jenis ini adalah Muslim dan berdaging Halal!
  2. Kami mengunjungiTrinityChurch(didepan Wall-Street, dibelakang bekas runtuhan WTC) yang merupakan tempat evakuasi utama korban WTC. Disana ada memorial dimana banyak karangan bunga diletakkan sebagai penghormatan terakhir bagi korban WTC.
  3. Sebelum menyebrang ke Ellis Island & Statue ofLiberty, kami dihadang pengamen African-American yang memainkan Indonesia Raya di saxophone-nya. Sayang ternyata kalau mau ndengerin nanti disuruh mbayar, maka kami terpaksa melarikan diri.
  4. Lunch-hour kami dihabiskan di Central Parkdengan kotakan Mac & Cheese (yummy!), sandwich dan orange juice. Apa yang special? Well the reason is quite personal. Central Park adalah tempat yang paling ingin saya kunjungi sejak kecil (umur 7-8 tahun), karena reading list saya waktu elementary school banyak yang take place disana (BSC, Saddle Club, buku-buku karangan Judy Blume, dsb). Jadi going there was a child-hood dream come true J
  5. Subway-nyaNYsangat ribet kalau dibandingkan yang ada di Singapore atau WashingtonDC. Belum lagi kita harus extra cautious karena suka ada copet.
  6. ….dan masih banyaaak lagi! Banyak banget deh sumpah. Padahal Cuma 2 hari :p

Oh iya, pada hari kedua group-leader kami announce that we’re a true New Yorker! Soalnya jalan-nya udah ngga lelet lagi hehehe. Agenda NYC berakhir di Penn Station, dimana kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Washington D.C by train (yang ternyata tiketnya harganya $120 seorang, wow). All in all, NYC is, again, an awesome experience! 🙂

The Statue of Liberty

tulisan ini adalah bagian dari rangkaian cerita perjalanan USIPP 2011, soon to be a book 🙂 amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s