Menyebar Mimpi Hingga Ujung Negeri :)

Tepat 19 hari sejak kepulangan dari negeri Panda, seseorang men-tag saya dalam sebuah foto Album berjudul: “Semua Boleh Bermimpi”. Dia adalah RR. Cahya Wulandari, senior saya di Fakultas Psikologi UGM yang juga ikut “berjuang” di negeri Cina. Saat ini Mbak Wulan, begitu panggilannya, sedang berpartisipasi dalam program Indonesia Mengajar (IM) yang dicetuskan oleh Bapak Anies Baswedan, ia ditempatkan di pelosok Papua yang sayang sekali tidak saya ketahui nama kotanya. Sebenarnya saya baru kenal beliau saat kami para “Pejuang Kunming” berkumpul di Bandar Udara Soekarno-Hatta jakarta sebelum bersama-sama berangkat ke Cina. Itupun saya dikenalkan terlebih dahulu oleh Mas Heru (koordinator program saya yang ke US) via facebook yang mana keduanya merupakan alumni program AFS. Though baru bertemu, her experiences and her choice of doing community service in such a remote area has inspired me so much, I instantly wanted to join the program (IM)! Well so much for my excitement, bcoz it’ll be another 3 years before I graduate and is able to fulfill the most basic requirements. Hahaha. Tapi ngga papa kan ya.. semangat datang duluan πŸ˜‰

Saya mau sedikit bercerita nih, boleh ya? πŸ˜‰

Keberangkatan kami ke Cina pada tanggal 26 Juli 2011 adalah hasil pencapaian luar biasa bagi semua yang terlibat. Mungkin terdengar sedikit berlebihan: baru ke cina aja kok udah heboh. Well guys, you haven’t heard the stories behind it. Ke-34 mahasiswa Psikologi UGM yang diberangkatkan sangatlah beragam: mulai dari yang semester 2 S1 hingga yang semester terakhir S2; yang dari Lampung, Bali, Makasar, Jogja semua ada; begitu pula dengan kemampuan kami secara finansial. Namun demikian, kami memulai perjalanan ini dengan tangan hampa, tidak sepeserpun uang. Belum lagi cercaan dan caci-maki yang kerap didengar dari berbagai pihak yang entah sirik atau iseng dan juga beban akademis serta materi yang harus dipersiapkan untuk keberangkatan. Jujur sebagai mahasiswa ingusan yang mendaftarkan diri untuk berpartisipasi saat menginjak bulan ke-3 pada semester pertama saya sebagai mahasiswa, reading a research was one he*l of a task, let alone making it. Diantara 150 peserta yang mendaftarkan diri untuk ikut, ternyata hanya 34 orang lah yang bertahan dan akhirnya berangkat. Modal kami? memegang kuat mimpi kami, berdo’a, lalu bergandengan tangan menaklukkan semua rintangan yang dihadapi, money and all. Hanya itu. Tidak lebih. Bukan otak (yes, tidak ada syarat IP maupun TOEFL), uang, ataupun tampang.

Jerih payah kami terbayar begitu sampai di Kunming, Cina: berkenalan dengan professor dan peneliti terkenal dari berbagai penjuru dunia, melihat indahnya karunia-Nya di belahan dunia yang belum pernah diimpikan untuk dikunjungi, oh man this is gonna be an endless story. Oh.. Tapi tahukah kau kawan, apa yang paling membuat kami terharu, bahagia, dan ingin mengulangi perjalanan yang serupa? Kami telah membuat ratusan pasang mata jatuh hati pada nusantara: keindahan tari dan pakaiannya, sikap dan tutur kata orang-orangnya, serta semangat anak bangsa yang begitu menggebu. Mulai dari panitia acara yang juga mahasiswa YunAn Normal University, hingga Professor James Liu (yang sangat kami segani) semua mengatakannya. Bagaimana kami tidak bangga?

Semua itu kawan, berawal dari sebuah mimpi. Ya, kami para Pejuang Kunming telah dipertemukan oleh Allah dengan Guru terhebat, Guru yang mengatakan: “jangan pernah takut untuk bermimpi” dan “orang miskin tidak boleh bodoh”. Beliau adalah Professor (going to be) Kwartarini Wahyu Yuinarti yang lebih akrab dipanggil Bu Bo. Beliau menanamkan kata-kata itu hingga begitu terpatri di hati kami masing-masing.

Apa hubungannya dengan Mbak Wulan? Well, dalam perjalanan ke Cina kami begitu terinspirasi untuk berbagi mimpi dengan anak-anak “Ibu Guru Wulan”. Keajaiban mimpi yang telah dilewati meyakinkan kami bahwa anak yang tidak bisa membaca-pun bisa melakukan apapun yang ia mau asal ia memegang mimpinya. Jadilah tertulis 21 post-card dari Bandar Udara Svarnabhumi Bangkok untuk anak-anak di pelosok Papua. Mbak Wulan memberikan sebuah nama kepada masing-masing dari kami, nama tersebut adalah nama seorang siswa didikannya. Anak yang saya tulisi surat bernama Herman. Ia sangat senang menulis. Berikut foto postcard yang saya tulis untuk Herman:

Postcard untuk Herman
Berhubung tulisannya terlalu kecil untuk dibaca, saya tulis ulang ya:

Dear Herman,

Salam kenal. Nama Kakak, Fira. Aku teman Ibu Guru Wulan. Sekarang Kakak dan Ibu Guru sedang berada di Bangkok, Thailand. Indah sekali.

Kata Ibu Guru Wulan, Herman pintar sekali menulis. Waah hebat! Kakak saja tidak pintar menulis. Kapan-kapan Herman ajarin Kakak ya..

Herman yang baik, rajin” belajar dan pintar ya menulisnya. Supaya bisa melihat dunia dan jalan-jalan kaya Ibu Guru Wulan. Buatlah Indonesia bangga dengan kita ya! =)

Semoga Herman senang dengan kartu ini.

Salam hangat Kakak dari Bangkok, Thailand!

-Fira

Tag foto yang saya terima hari ini adalah foto dibawah ini:

Foto saya diambil waktu bangun tidur di Svarnabhumi (masih mata panda :p) dan yang kanan adalah Herman (diambil oleh Mbak Wulan pasca kepulangan kami dari Cina). Lucu ya? Oh ya, Herman juga menuliskan sebaris kalimat untukku. Kata Mbak Wulan ia menulisnya sendiri meski agak lama: Salam kenal kakak.

Inilah ceritaku dengan postcard dan mimpi anak di pelosok negeri. Masih ada 20 cerita lain yang bisa dibaca di http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150271707194067.325655.716459066&type=1 dan cerita Mbak Wulan di http://www.facebook.com/notes/cahya-wulandari/kartu-pos-untuk-mereka/10150287453204501.

Terus bermimpi kawan! karena ketika satu mimpi terangkai, ia akan menggandeng mimpi lain untuk datang dan membawa jutaan kebahagiaan.

Advertisements

3 thoughts on “Menyebar Mimpi Hingga Ujung Negeri :)

  1. Amazing !! You are a great person fira πŸ™‚

    Dream is a fantastic power. Person’s success comes from a dream.

    I’m sure that you are extraordinary. I’m proud of you.
    I hope I can do a travel around the world to find many things outside there.. and I can spread the dream to the ends of our country.

    Because a dream.. is amazing πŸ™‚
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s